RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Kabar gembira bagi daerah Bengkulu Utara (BU) dimana salah satu atlit Institut Karate Do Nasional (Inkanas) BU, Hizam Aufa pelajar SMPN 1 Arga Makmur, mendapatkan undangan resmi untuk mengikuti kejuaraan Karate tingkat Asia di Jakarta. Namun sayangnya, keberangkatan putra berprestasi yang akan membawa nama daerah BU ini, terbentur dengan dana. Ironisnya, tidak ada satupun dukungan dan support yang ia dapatkan, untuk memenuhi undangan resmi dari Pengurus Besar (PB) Inkanas Jenderal Polisi (Purn) Drs. Badron Haiti tersebut.
Padahal, dari sisi kesiapan fisik dan mental serta keinginan yang kuat untuk mengikuti kejuaraan karate ini Hizam sangat siap, hanya saja persoalan biaya untuk keberangkatannya saja ia kesulitan. Sementara, sejauh ini usaha yang sudah dilakukan oleh orang tua Hizam, sudah berkeliling mengharapkan dukungan baik dari Pemerintah Daerah atau OPD yang ada di BU, namun tidak satu pun yang membuahkan hasil dalam misi pencarian dukungan dana, untuk putranya tersebut. Meski demikian, lantaran adanya keinginan yang kuat, hizam tetap bertekad untuk berangkat. Hal ini diakui oleh orang tua Hizam Aufa, Yusmai kepada awak media ketika ditemui didepan Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten BU.
” Saya kasihan dengan anak saya, karena keinginannya yang kuat untuk ikut kejuaraan ini. Namun sayang, kami terkendala dana, jangankan untuk kebutuhan hidup saat mengikuti turnamen nanti, untuk berangkat saja kami tidak punya dana dan dukungan,” ungkapnya.
Kendati demikian, dirinya akan tetap memberangkatkan putra kesayangannya tersebut, untuk menggapai impiannya serta membawa harum nama daerah BU. Dirinya selaku orang tua, meski tidak mendapatkan dukungan dari manapun, akan terus berjuang dan memberikan support penuh untuk putranya tersebut.
” Saya sudah berusaha mendatangi pihak Pemda BU dan pihak KONI BU. Namun, tidak satupun yang menanggapi. Sementara waktu sudah mendesak, sejak sampainya undangan tertanggal 24 November 2017 lalu. Hari ini, (8/12) Hizam sudah saya antar ke Polda, dan wacanannya besok Sabtu dia (Hizam,red) akan meluncur ke Jakarta,” jelasnya.
Sejauh ini Yusmai mengungkapkan, ia tidak berharap dukungan hanya untuk putranya saja, namun untuk putra daerah berprestasi lainnya, yang sangat membutuhkan dukungan karena membawa nama harum daerah. Sejauh ini ia menegaskan, ia berkata begini bukan atas nama putranya saja, namun melainkan mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk atlit-atlit lainnya, yang berprestasi dan akan mengikuti kejuaraan dengan membawa nama daerah.
” Saya mengharapkan Pemda BU dapat peka terhadap potensi luar biasa putra daerah, mengingat ini membawa harum nama daerah jika berprestasi. Sejauh ini, saya melihat masih belum ada gelagat baik untuk mensupport putra daerah berprestasi. Semoga saja, pak Bupati dapat merubah ini dan membalik keadaan, mensupport putra daerah,” harapnya.
Disisi lain, Partono yang merupakan pelatih Hizam Aufa sangat menyayangkan keadaan ini, dimana kebarangkatan putra daerah berprestasi ke kejuaraan tingkat asia, sangat memprihatinkan. Mengingat, dana yang tidak satupun memberikan support. Namun demikian, dirinya akan tetap berangkat mendampingi Hizam, dengan harapan atlit ini dapat mempersembahkan yang terbaik membuat harum nama daerah.
” Semoga saja nanti pihak Pemda BU berkenan membantu dan memberikan dan support penuh kepada Hizam ini, karena meski saat ini dapat berangkat dengan kondisi memprihatinkan, namun di sana nanti (Jakarta, red) dapat dipastikan membutuhkan support dana juga. Saya harap pak Bupati, juga dapat hadir dalam kejuaraan nanti dan memberikan support untuk Hizam,” imbuhnya.
Terpisah, Plt Ketua KONI BU Kris Nugroho, ketika dikonfirmasi mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk memberikan support dukungan kepada Hizam, mengingat selain dirinya masih menjabat sebagai Ketua sementara yang tidak memiliki kewenangan penuh, juga dirinya mengaku sampai saat ini belum dilibatkan sedikit pun mengenai keberadaan KONI di BU.
” Saya tidak terlalu dapat berbuat banyak untuk Hizam berangkat atas nama atlit Karate dari BU, lantaran belum adanya kejelasan keberadaan saya di organisasi yang bergerak dibidang pembinaan atlit daerah ini. Untuk itu, sejauh ini saya hanya dapat memberikan support dukungan mental saja, semoga Hizam dapat membawa harum nama daerah,” singkatnya.
Laporan : Effendy

